Posted by admincbi On January - 23 - 2013

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 45 guru besar dari beragam keilmuan di Indonesia mendesak Kementerian Pendidikan Nasional merivisi ulang kurikulum Nasional 2013 sebelum diterapkan pada tahun ajaran baru 2013 ini.

Desakan ini disampaikan menyusul hapusnya i sejumlah mata pelajaran pada Kurikulum 2013. “Forum sangat menyesalkan ada sejumlah mata pelajaran dihapus hanya karena perubahan kurikulum 2013,” kata Ketua Forum Intelektual Indonesia M Zaini di Surabaya, Selasa (22/1).

Ke 45 guru besar tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swatsa di Indonesia, di antaranya dari Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Trisakti dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Sebagai bentuk penolakan penghapusan mata pelajaran tersebut, mereka membubuhkan tandatangan sebagai bentuk penolakan. Surat tersebut kemudian dikirim ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Para guru besar tersebut, menurut M Zaini, mendesak desakan ini menyusul dihilangkannya dua mata pelajaran yaitu Ilmu Bumi atau Geografi serta Sejarah.

“Dengan hilangnya dua pelajaran ini, akan mematikan rasa nasionalisme dan patriotisme generasi muda kita, padahal dua mata pelajaran tersebut berdiri sendiri,” katanya.

M Zaini mengatakan para guru besar tidak menolak perubahan kurikulum 2013, bahkan sangat setuju, namun hendaknya mempertimbangkan faktor lain yang terutama tonggak sejarah yang tidak bisa dihapus begitu saja.

Forum menilai Mendiknas lengah memelihara kelangsungan hidup bangsa ini dengan mengabaikan perlunya membangun generasi muda dalam rangka tugas nasional “nation and character building”.

Penghapusan mata pelajaran terlihat jelas makin hilangnya nasionalisme dan patriotisme, yang sebab musabab utamanya adalah lunturnya rasa cinta tanah air.

“Dengan penghapusan itu mereka sudah tidak mengenal tanah airnya sendiri tidak memahami mahalnya sejarah panjang bangsa kita. Ini sangat memprihatinkan kita,” ujarnya.

Pihaknya mencurigai adanya intervensi asing atau pesanan asing sehingga dua mata pelajaran tersebut dihapus. Padahal, keduanya sangat penting untuk generasi muda Indonesia ke depan.

Oleh karena itu, sangat urgent untuk meninjau ulang dan menyempurnakan kurikulum nasional 2013 bagi Sekolah Dasar, yang mengurangi jumlah mata pelajaran dan menggantikkanya dengan metode tematik integratif yang tidak jelas dan rinci. (Faishol Taselan/X-13)