Posted by admincbi On December - 30 - 2012

CBI Terapkan Tiga Metode, Diperhitungkan se-Jabar Banten

Ibarat mutiara yang enggan mengilaukan sinarnya, bahwa jauh sebelum memperoleh peringkat III terbaik untuk Akedemi Se Jawa Barat dan Banten dalam uji coba penilaian tahun 2012 oleh Menteri pendidikan melalui Kopertis Wilayah IV Jabar-Banten, sesungguhnya Perguruan Tinggi CBI eksis dan berperan di berbagai bidang tetapi tidak terekspos.

Laporan Didiet Rahma Aditya,-Sukabumi

Badan Pengelola Harian Citra Buana Indonesia (CBI) Cabang Sukabumi, Ipang, M.Si perguruan tinggi yang terakreditasi B ini pernah juga didatangi Politeknik KENT Bogor untuk studi banding. “Politeknik yang salah satu termegah di wilayah II Jabar tersebut ingin belajar dari CBI tentang manajemen pengelolaan dan teknik mendatangkan mahasiswa di mana CBI memiliki mahasiswa kurang lebih dua ribu tujuh ratus orang,”paparnya.

Kemajuan CBI sekarang berawal dari kepahitan yang hampir saja tidak tertelan, yakni pada tahun 2005 mahasiswa CBI saat itu sangat minim, sehingga, imbuhnya, menurut salah seorang investor, CBI boleh dikatakan sudah pailit.

Melihat kondisi tersebut, Rafdi sebagai BPH pada waktu itu dengan Ipang sebagai direktur mengadakan perubahan total corak dan gaya manajemen, inovasi, ekspansi, dan mobilitas total. Menurutnya, hal tersebut mendapat izin dari ketua yayasan, Dr Ade Gumelar Iskandar, serta motivasi dari investor, Nasser Jaffar. “Atas karunia Allah, semenjak itu CBI berkembang pesat dengan output secara kuantitatif, jumlah mahasiswa sekitar dua ribu tujuh ratus orang dan dibukanya kampus-kampus baru,”katanya. Sampai saat ini,sambungnya, kampus CBI berjumlah tujuh yang menyebar di tujuh lokasi di Sukabumi.
Beberapa strategi yang dilakukan Rafdi dan Ipang beserta coraknya, di antaranya menggunakan Strategi Dua Bermata Dua.

Menurut Ipang dalam strategi ini yang pertama dilakukan adalah inovasi sistem High Level Mananajemen di mana BPH terjun langsung dengan tugas mengembangkan, membangun relasi, strategi marketing, membuat konsep inovasi manajemen CBI, dan advisor. “Sementara direktur mengurus yang internal seperti kualitas proses dan output akademik, supervisi internal, koordinasi dengan pemerintah terkait, manajerial Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan lain-lain,”tandasnya. Ia menambahkan, hal kedua yang dilakukan adalah metode Marketing Spiritual, yakni “Mencari Rezeki dengan Bersedekah”. “Tamatan SLTA dari panti asuhan di Sukabumi, malalui persatuan Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa Kota Sukabumi, digratiskan kuliah di CBI,”jelasnya. Program gratis juga diberlakukan bagi kaum dhuafa di luar panti asuhan dengan persyaratan khusus. “Selain itu, zakat gaji dosen CBI setiap bulan dipotong langsung untuk panti asuhan,”jelasnya.Ditambahkan olehnya metode marketing teoritis-empiris juga diterapkan seoptimal mungkin.Inovasi Struktural dan Fungsional

Berbagai bentuk organisasi sebagai proses pendepartementasian sengaja dibentuk di tubuh CBI. Walaupun sepintas kurang relevan dengan kelaziman struktur formal perguruan tinggi pada umumnya. “Ada organisasi Majelis Amaliyah, Forum Studi Islam, BPH terjun langsung, sekretaris direktur, 13 macam unit kegiatan mahasiswa,”sebutnya. Kemudian tiga semester mata kuliah agama, penanggung jawab dan koordinator jenis-jenis kelas, ada kelas regular, kelas karyawan, kelas subsidi, Direktur bagian tempat ujian kompetensi, Direktur bagian layanan karir dan penyaluran kerja, ada juga petugas yang membidangi bidang relasi luar negeri, dan lain-lain.

Ketiga, Go Publik dan Go Luar Negeri. Ia menambahkan, Go public dilakukan dengan beberapa aktifitas yaitu pengajian wajib keliling masjid setiap bulan bagi mahasiswa yang pengurusannya di kelola Majelis Amaliyah CBI,”paparnya. Ditambahkan lagi sosialisasi bahwa di CBI ada tempat uji kompetensi, mengadakan bedah caleg DPR RI, dipercaya oleh KONI penyelenggara open turnaman Futsal untuk memperebutkan klasifikasi divisi utama Sukabumi bekerjasama dengan Telkom untuk penyuluhan komputer ke sekolah-sekolah, penyuluhan kewirausahaan ke masyarakat. Go publik juga dilakukan dengan memotivasi mahasiswa dan dosen supaya aktif menulis.

“Tidak mengherankan beberapa penulis artikel dan kolom di Radar Sukabumi dari CBI,”paparnya. Demikian juga untuk menulis buku, ada sembilan buku yang di terbitkan penerbit besar Nasional, seperti Gramedia, yang ditulis dosen CBI. Salah satu judul buku cukup laris di Indonesia dan beberapa kali diterbitkan.

Ia menjelaskan Go Luar Negeri dilakukan dengan cara bekerjasama dengan jasa Rismana Rao entrepreneurs Kuantan-Malaysia untuk kuliah magang. Jurusan Perhotelan CBI wajib kuliah magang ke Malaysia satu semester. “Selain itu, pernah juga permagangan/kerja melalui Star Cruise, kapal pesiar rute Asia Pasifik,” jelasnya.

Source : http://radarsukabumi.com/?p=43014