Posted by admincbi On December - 9 - 2012

Menelusuri mengenai isu kiamat internet menjadi semakin dominan ketika hari “H” kiamat itu menjelang. Tetapi apa mau dikata, ternyata Internettak jadi kiamat. Ibarat kiamat sudah dekat, orang pada mencari-cari kabar tersebut, takut dan mencoba untuk mencari cara agar terhindar dari kiamat.

Dengungan dari kiamat internet itu sendiri adalah dari kabar FBI (Federal Bureau of Investigation) Amerika Serikat yang telah menangkap beberapa hacker yang diduga membuat sebuah program untuk keuntungan mereka sendiri.

Beberapa sumber FBI mengatakan bahwa, para hacker membuat semacam trojan atau backdoor yang berfungsi untuk sebuah virus yang di inject kedalam sebuah nama situs atau DNS. Sehingga ketika orang mengetikkan sebuah nama situs, mereka akan dialihkan pada situs iklan yang bisa memberikan keuntungan luar biasa bagi para hacker.

Namun, ketika mereka menangkap dan mematikan sistem server para hacker tersebut. FBI merasa kecolongan, karena server hacker itu jika dimatikan secara paksa akan membuat sebuah “kegaduhan” pada sistem DNS berbagai situs dan mematikan server DNS berbagai domain situs. Senin 9 juni 2012 diperkirakannya kiamat internet itu terjadi.

FBI telah melansir beberapa nama-nama negara yang akan terkena dampak kiamat internet tersebut. Selain di Amerika, di Indonesia pun beberapa para pakar juga khawatir akan terkena imbas kiamat internet.

Hingga berbagai kesiagaan pun mencoba untuk dibuat penanganannya. Kabar baik dari Menkominfo yang mengatakan bahwa kiamat internet itu adalah kabar bohong, tetapi itu tidak mengurangi kecemasan dari “rakyat internet” hingga mereka masih saja takut dengan hal tersebut.

Sebuah tips dan triks khusus dibuat oleh FBI, dengan beberapa persyaratan dan mencoba untuk membuka beberapa server “deteksi” apakah didalam komputer kita terdapat virus para hacker yang ditangkap oleh FBI atau tidak.

Situs deteksi virus “kiamat internet” oleh FBI ramai dikunjungi banyak orang yang ingin melihat apakah komputer dan saluran internet mereka “selamat” dari imbas kiamat internet.

Tetapi, ada sebuah spekulasi dari beberapa pengamat internet yang mengatakan bahwa server deteksi internet milik FBI itu adalah akal-akalan dari FBI untuk membuat sebuah database khusus.

Beberapa pengamat internet di Amerika menganggap bahwa FBI mencoba untuk “mencuri” beberapa data-data orang yang mencoba untuk mendeteksi komputer dan jaringan internet mereka, hal ini sama juga situs milik FBI untuk mendeteksi virus tersebut juga bisa saja disusupi oleh FBI dengan beberapa trojan untuk bisa masuk kedalam masing-masing komputer, dan mampu mengetahui berbagai aktivitas keseharian seorang ketika berselancar di internet.

Memang kabar kiamat internet yang dihasilkan oleh virus para hacker itu benar-benar menghebohkan jagat dunia maya. Ibarat saat ini, jika dahulu TV adalah kebutuhan sekunder hingga akhirnya beralih bahwa TV telah naik menjadi kebutuhan primer. Ini sama juga dengan internet, jika dulu internet adalah kebutuhan sekunder tetapi saat ini internet telah masuk menjadi kebutuhan primer bagi manusia.

Kekuatan internet benar-benar power full bagi manusia, karena ia mampu memberikan kemudahan dalam berbagai halnya. Hingga setiap orang akan benar-benar takut jika kiamat itu terjadi pada internet.

Tetapi selayaknya kita tidak perlu phobia dengan kiamat internet. Nyatanya juga kiamat internet itu tidak terjadi, ini tentunya telah membuktikan bahwa segala macam yang berhubungan dengan kiamat hanya Allah Swt-lah yang mengetahuinya.

Source : suaranews.com